Tawadu` memang suatu sifat terpuji bagi orang - orang saleh, merendahkan diri (tawadu`) adalah hasil dari ibadah. Merendahkan diri kepada Allah, merasa kecil dan rendah di hadapan Allah Rabbul `alamin. kepada sesama hamba Allah pun manusia harus tawadu`, tidak angkuh dan ujub karena menjadi hamba Allah yang taat menjalankan ibadah dan patuh atas semua perintah dan larangan-Nya. Merasa diri tawadu` itu nampak di luar diri seseorang. Itulah akhlakul mahmudah, karena tawadu` adalah termasuk akhlak terpuji bagi manusia beriman.
Dalam pergaulan dengan sesama manusia, maka orangpun hendaknya memiliki perasaan tawadu`, sifat tawadu` akan menghindari manusia merasa lebih dari yang lain, merasa lebih salah, lebih kaya, lebih terderajat, dan berpangkat, lebih cantik, lebih kuat, dan kelebihan lainnya. Merasa lebih membuat manusia angkuh, sedangkan keangkuhan itu menurut hadits Rasulullah SAW :
" Sombong itu menolak kebenaran dan merendahkan manusia ...." (HR. Muslim)
" Bukankah yang dinamakan tawadu` itu, apabila orang yang tawadu` merasakan ia harus berada di atas apa yang ia lakukan, akan tetapi yang dinamakan tawadu` adalah orang yang ketika tawadu` merasakan bahwa ia berada di bawah apa yang ia lakukan"